Senin, 27 Juni 2011

Nilai ekstrinsik dan instrinsik

Nilai ekstrinsik dan instrinsik

Setiap karya seni yang baik seharusnya mendukung dua asas atau nilai utama dalam kekaryaan yaitu nilai intrinsik dan ekstrinsik. Apabila berbicara seni, pokok utama pembicaraan yang membedakan karya seni dengan bidang-bidang lain seperti filsafat, ilmu pengetahuan (terkandung di dalamnya bidang sains, teknologi, ekonomi, komunikasi, kedokteran dan lain-lain) dan agama adalah dengan melihat nilai yang terkandung di dalamnya.Persoalan nilai akan membedakan seni dengan filsafat juga ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan seperti bidang sains dan teknologi misalnya tidak berbicara tentang nilai. Bidang ini berbicara tentang praktika dari suatu konsep dan aplikasinya, berbicara tentang aspek kegunaan dan fisikal. Filsafat juga tidak dapat berbicara tentang nilai karena filsafat adalah upaya manusia untuk mengenal sesuatu. Filsafat hanya berupaya mengenal nilai tetapi tidak membuat pilihan.
Nilai intrinsik adalah nilai yang menyangkut aspek-aspek formalistik, ikonografi dan fisikal. Mengapakah seni enak di pandang mata, mengapakah musik itu sedap didengar telinga, mengapakah drama itu membuat menetes air mata, mengapakah gerakan di dalam suatu seni tari menggugah perasaan; pendeknya nilai yang terkandung dalam aspek-aspek fisikal yang terlihat, dapat didengar, dapat ditonton oleh indera fisikal adalah nilai-nilai intrinsik. Nilai-nilai ekstrinsik berkenaan aspek kejiwaan, filsafat atau psikologi, yaitu nilai-nilai yang tidak dapat dinilai oleh panca indera, serba noumena, transendental. Nilai ekstrinsik hanya bisa dirasai oleh jiwa, intuisi dan naluri dengan pendekatan ilmu, filsafat, kebudayaan dan sisi pribadi individu. Maka dapat dikatakan, jika dua nilai ini bergabung dapat membuahkan hasil yang baik dalam sebuah karya seni.
Namun terkadang dalam sebuah karya seni, dua nilai ini tidak sekaligus ada didalamnya. Sering terjadi nilai entrinsik dikesampingkan dan tidak jarang pula nilai intrinsik dihilangkan. Itulah sebabnya, terkadang sebuah karya seni tidak dapat bertahan lama. Contohnya adalah kartun atau komik yang mempunyai nilai-nilai intrinsik namun tidak punya atau kurang memiliki nilai ekstrinsik (perlu dipahami kebanyakan kartun dan komik adalah yang berbentuk popular). Maka seni ini akan mati dan tidak akan dibicarakan lagi oleh masyarakat jika telah lewat dari jamannya. Namun ada beberapa karya-karya kartun Drs. Suyadi alias Pak Raden misalnya, tetap hidup dan diberi perhatian istimewa karena kekayaan nilai-nilai ekstrinsik didalamnyaPendeknya seniman yang layak dipanggil ‘seniman’ (tidak hanya perupa, desainer, penulis, arsitek, sastrawan, penyair, atau sutradara saja) adalah orang yang berupaya memahami permasalahan masyarakatnya dan harus senantiasa memperbaharui keilmuannya. Sehingga dapat dibedakan mana ‘seniman’ dan bukan dan juga seharusnya seniman menjadi contoh masyarakat dan pemikir yang berkarya bukan sekadar melukiskan keindahan dan berujung pada uang. Seniman tulen adalah mereka yang berupaya menafsir dan mengurai bukan sekadar menterjemah.

http://jonathanroiiblogs.blogspot.com/2011/03/tugas-ibd-nilai-instrinsik-dan-nilai.html
http://rhymepeace.blogspot.com/2011/03/bab-iv-manusia-dan-keindahan-4.html
http://sherlyoctz.blog.com/2010/05/19/5-manusia-dan-keindahan/

Nilai estetika

Nilai estetika

Estetika adalah salah satu cabang filsafat. Secara sederhana, estetika adalah ilmu yang membahas keindahan, bagaimana ia bisa terbentuk, dan bagaimana seseorang bisa merasakannya. Pembahasan lebih lanjut mengenai estetika adalah sebuah filosofi yang mempelajari nilai-nilai sensoris, yang kadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen dan rasa. Estetika merupakan cabang yang sangat dekat dengan filosofi seni.Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.
Nilai adalah suatu realitas psikologis yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketidakbenarannya.Tentang nilai ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif. Atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan.
Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut :"The believed capacity of any object to satisfy a human desire”. The quality of any abject which causes it to be on interest to an individual or a group", kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dari sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan. Tentang nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan nilai obyektif, atau ada yang membedakan nilai perseorangan dan nilai kemasyarakatan. Tetapi penggolongan yang penting adalah nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik.

http://id.wikipedia.org/wiki/Estetika
http://masuk.blogrezzaprawiratama.co.cc/2010/04/nilai-estetik.html
http://gerryghost.wordpress.com/2011/03/15/manusia-dan-keindahan/

Manusia dan keindahan

Keindahan yang seluas-luasnya

Keindahan dalam arti sesungguhnya yang murni , menyangkut pengalaman estetis seseorang dalam kaitannya dengan sesuatu yang dihayatinya. Sedangkan keindahan secara sempit menyangkut benda-benda yang dihayatinya, keindahan secara sempit menyangkut benda-benda yang dihayati melalui indera. Ciri-ciri umum yang ada pada semua benda dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kualitas hakiki itu dengan pengertian keindahan. Ciri umum tersebut adalah sejumlah kwalita yang secara umum disebut unity, harmony, symmetry, balance dan contrast. Ciri-ciri tersebut dapat dinyatakan bahwa keindahan merupakan satu cermin dari unity, harmony, symmetry, balance dan contrast dari garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata.
Karya-karya seni, baik yang adiluhung ataupun kontemporer pun bisa mati jika masyarakat teramat lemah pengetahuan dalam kesenian. Karya seni yang baik seperti seni rupa, sastera, pertunjukan dan sebagainya yang kaya dengan nilai-nilai intrinsik dan ekstrinsik dapat hilang disebabkan masyarakat tidak berupaya menyelami aspek-aspek kejiwaan, filsafat, moral dan budaya yang terkandung di dalam karya seni tersebut.Keindahan merupakan pengertian yang didalamnya tercakup sebagai aktivita kebaikan. Plato misalnya menyebutkan tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang selain baik juga menyenangkan.
Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Berbicara mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Bangsa yunani membedakan pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symmetria’ khusus untuk keindahan berdasarkan penglihatan (seni rupa) dan ‘harmonia’ untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Sehingga pengertian keindahan dapat saja meliputi : keindahan seni, keindahan alam, keindahan moral, dan keindahan intelektual.

http://mellygunawan.weebly.com/uploads/5/3/7/7/5377959/ibd_5.doc
http://www.car iilmuonline.com, Pakde Sofa : Ilmu Budaya Dasar Bag. 1

Keindahan sebagai sesuatu kualitas yang abstrak dan sebagai benda tertentu yang indah

Keindahan sebagai suatu kualitas yang abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah

Keindahan sebagai suatu kualitas yang abstrak merupakan keindahan yang tidak dapat diukur nilai keindahannya karena keindahan yang bersifat abstrak juga bersifat relative yakni apabila kita melihat sesuatu yang indah itu belum tentu indah untuk orang lain. Contohnya lukisan yang beralirkan sifat abstrak tidak semua orang mengerti akan keindahan lukisan tersebut hanya segelintir orang saja yang mengerti dari keindahan lukisan tersebut berdasarkan intuisinya dan jiwa seni dari masing-masing orang tersebut.
Keindahan sebagai kualitas abstrak menggambarkan suatu bentuk dalam yang keindahan di mana keindahan tersebut bersifat eksklusif dan hanya dapat dimengerti oleh orang yang menciptakan keindahan tersebut berdasarkan apa yang dipahaminya. Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak menggambarkan sesuatu yang kontemporer dan bersifat nonrealistic di mana sang pencipta karya menggambarkan sesuatu yang tidak bisa dimengerti secara umum dan tidak sesuai dengan realita.
Keindahan sebagai sebuah benda tertentu yang indah merupakan keindahan yang bersifat pasti dan dapat dengan mudah diterima oleh pandangan dari masyarakat dan mempunyai nilai yang berbanding terbalik dengan keindahan bersifat abstrak, contohnya pemandangan yang indah di pedesaan dan itu sudah pasti keindahannya dan apabila ada yang menganggap itu tidak indah maka orang tersebut tidak memiliki jiwa seni dan tidak mengerti akan arti dari keindahan.

http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/13/manusia-keindahan/
http://yankumala.wordpress.com/2011/03/11/62/
http://agesvisual.wordpress.com/2007/08/15/seni-dan-nilai-karya/

Pengertian Keindahan

Pengertian Keindahan

Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena sifatnya yang relative mungkin tidak semua orang menganggap bahwa seseuatu yang indah itu benar-benar indah bagi orang lain. Keindahan itu jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah.
Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, film, nyanyian dan segala hal yang bersifat indah.
Keindahan merupakan sesuatu yang dianggap cantik, bagus, menarik dan ini semua merupakan sifat-sifat dari tempat, hewan, objek atau gagasan yang memberikan suatu arti kesenangan, kepuasan, dan keelokan. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya. Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dari seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang diserapnya dengan penglihatan, yakni berupa keindahan dari bentuk dan wama.
Pengalaman keindahan biasanya bersifat terlihat atau terdengar walaupun tidak terbatas pada dua bidang tersebut keindahan tersebut pada dasarnya adalah almiah. Keindahan adalah apa yang menarik jiwamu, kepadanya cinta diberikan dan bukan diminta. Dia benda yang kau rasakan ketika tangan terulur keluar dari kedalaman dirimu, dia rantai yang mempertalikan kebahagiaan dan kesedihan. Ia adalah kegaiban yang dapat kau lihat, kekaburan yang dapat kau mengerti, dan ketidak jelasan yang dapat kau dengarkan. Ia yang suci diantara hal-hal yang suci yang bermula di dalam dirimu dan berakhir di luar ujung terjauh khayalan duniawimu.

http://hudanggit.blogspot.com/2011/03/perbedaan-antara-keindahan-sebagai.html
http://baguspemudaindonesia.blogdetik.com/2011/03/13/manusia-keindahan/
http://angga12casidy.wordpress.com/2011/03/15/tugas-ibd-4-manusia-dan-keindahan/

Selasa, 26 April 2011

Cinta kasih dan tips berpacaran sehat

Kisah cinta sejati

Alkisah di sebuah rumah mewah yang terletak dipinggiran sebuah kota, hiduplah sepasang suami istri. Dari sekilas orang yang memandang, mereka adalah pasangan yang sangat harmonis. Para tetangganya pun tahu bagaimana usaha mereka dalam meraih kehidupan mapan yang seperti saat ini. Sayang, pasangan itu belum lengkap. Dalam kurun waktu sepuluh tahun pernikahan mereka, pasangan itu belum juga dikaruniai seorang anak pun yang mereka harapkan.
Karenanya walaupun masih saling mencinta, si suami berkeinginan menceraikan istrinya karena dianggap tak mampu memberikan keturunan sebagai penerus generasinya. Setelah melalui perdebatan sengit, dengan sedih dan duka yang mendalam, si istri akhirnya menyerah pada keputusan suaminya untuk tetap bercerai.
Dengan perasaan tidak menentu, suami istri itu menyampaikan rencana perceraian kepada orang tua mereka. Meskipun orang tua mereka tidak setuju, tapi tampaknya keputusan bulat sudah diambil si suami. Setelah berbincang-bincang cukup lama dan alot, kedua orang tua pasangan itu dengan berat hati menyetujui perceraian tersebut. Tetapi, mereka mengajukan syarat, yakni agar perceraian pasangan suami istri itu diselenggarakan dalam sebuah sebuah pesta yang sama besarnya seperti pesta saat mereka menikah dulu.
Agar tidak mengecewakan kedua orang tuanya, maka persyaratan mengadakan pesta perceraian itu pun disetujui. Beberapa hari kemudian, pesta diselenggarakan. Sungguh, itu merupakan pesta yang tidak membahagiakan bagi siapa saja yang hadir dalam pesta itu. Si suami tampak tertekan dan terus meminum arak sampai mabuk dan sempoyongan. Sementara sang istri tampak terus melamun dan sesekali mengusap air matanya di pipinya. Di sela mabuknya si suami berkata lantang, “Istriku, saat kau pergi nanti. semua barang berharga atau apapun yang kamu suka dan kamu sayangi, Ambillah dan Bawalah !!“. Setelah berkata seperti itu, tak lama kemudian ia semakin mabuk dan akhirnya tak sadarkan diri.
Keesokan harinya, setelah pesta usai, si suami terbangun dari tidur dengan kepala berdenyut-denyut. Dia merasa tidak mengenali keadaan disekelilingnya selain sosok yang sudah dikenalnya bertahun-tahun yaitu sang istri yang ia cintai. Maka, dia pun bertanya “Ada dimakah aku ? Kenapa ini bukan di kamar kita ? Apakah aku masih mabuk dan bermimpi ? tolong jelaskan.”
Si istri menatap penuh cinta pada suaminya dengan mata berkaca-kaca dan menjawab, “Suamiku, ini karena dirumah orang tuaku. Kemaren kau bilang didepan semua orang bahwa engkau berkata kepadaku, bahwa aku boleh membawa apa saja yang aku mau dan aku sayangi. Di dunia ini tidak ada satu barang yang berharga dan aku cintai dengan sepenuh hati selain kamu. karena itu kamu sekarang kubawa serta ke rumah orang tuaku. Ingat, kamu sudah berjanji dalam pesta itu.”
Dengan perasaan terkejut setelah sesaat tersadar, si suami bangun dan memeluk istrinya, “Maafkan aku Istriku, aku sungguh bodoh dan tidak menyadari bahwa dalamnya cintamu padaku. Walaupun aku telah menyakitimu, dan berniat menceraikanmu, tetapi engkau masih mau membawa serta diriku bersamamu dalam keadaan apapun“.
Akhirnya kedua suami istri ini ini berpelukan dan saling bertangisan. Mereka akhirnya mengikat janji akan tetap saling mencintai hingga ajal memisahkannya.
Dalam Kisah diatas dapat kita petik makna bahwa :
Saat sebuah pernikahan dimulai, bukanlah hanya bertujuan menghasilkan keturunan, meski diakui mendapatkan buah hati adalah dambaan setiap pasangan suami istri. Tapi sebenarnya masih banyak hal lain yang juga perlu diselami dalam hidup berumah tangga.
Untuk itu rasanya kita perlu menyegarkan kembali tujuan kita dalam menikah yaitu peneguhan janji sepasang suami istri untuk saling mencintai, saling menjaga baik dalam keadaan suka dan duka. Melalui kesadaran tersebut, apapun kondisi rumah tangga yang kita jalani akan menemukan suatu solusi. Sebab proses menemukan solusi dengan berlandaskan kasih sayang ketika menghadapi sebuah masalah sebenarnya merupakan salah satu kunci keharmonisan rumah tangga. Harta dalam rumah tangga bukanlah terletak dari banyaknya tumpukan materi dan harta yang dimiliku suatu keluarga, namun dari rasa kasih sayang dan cinta pasangan suami istri yang terdapat dalam keluarga tersebut.

Tips berpacaran sehat

1. Berkegiatan yang positif
Seru juga lho kalau pacaran sambil belajar yang bisa menunjang prestasi. Dijamin bakal semangat sekolah atau ke kampus dan tambah rajin belajar. Bisa juga cari aktivitas bareng pacar. Olahraga bareng boleh dicoba. Misalnya main basket, bulu tangkis, atau Lari pagi di waktu libur juga seru Pacaran iya, sehat juga iya.

2. Hindari tempat sepi
Kata orang jaman dulu tidak baik berduaan apalagi tempatnya agak gelap, wah bisa bahaya tuh. Jadi paling enak kalau pacaran sambil gaul sama temen-temen. Selain menghindar dari kegiatan yang tidak diinginkan kita juga nggak bakal dicuekin sama teman-teman karena selalu berduaan.

3. No free sex
Kalau pacar kita melakukan sesuatu yang tidak kita suka, apalagi menjurus ke aktivitas seksual, maka kita harus berani bilang tidak. Jangan takut kalau diancam putus, kan kita jadi tahu bahwa dia bukan pacar yang baik. Kalau kita mengalami paksaan atau bahkan kekerasan, jangan ragu untuk cerita sama orang yang bisa kita percaya untuk minta bantuannya.

4. Saling terbuka
Saling terbuka, mau berbagi pikiran dan perasaan secara terbuka, jujur, mau berterus terang dengan perasan kita terhadap tingkah laku pacar. Siap nerima kritik dan kompromi serta saling mengerti kesibukan dari masing-masing pasangan dan apabila ada permasalahan harus diselesaikan secara langsung jangan ditunda-tunda karena dapat mengakibatkan masalah yang baru.

5. Menerima apa adanya
Menerima pacar apa adanya yang dilandasi oleh perasaan sayang dan bukan karena materi semata . Tidak menuntut sesuatu yang berada di luar kemampuannya.

6. Mutual dependensi
Masing-masing merasakan adanya saling ketergantungan satu sama lain. Oleh karena itu, diharapkan kita dan pacar mampu melengkapi kekurangan, sedangkan kelebihan yang dimiliki diharapkan mampu menutupi kekurangan pasangan kita masing-masing.

7. Fase pengenalan
Fase berpacaran yang perlu mendapat perhatian serius adalah pada fase mengenal pribadi, sayangnya tujuan mengenal pribadi lebih sering disertai aktivitas seksual yang berlebihan. Akhirnya pengenalan pribadi ini akan berubah menjadi pelampiasan hawa nafsu. Ungkapan kasih sayang yang dilakukan dengan aktivitas fisik seperti ciuman, saling menyentuh adalah hal yang tidak terlalu penting, namun sering dianggap sebagai bagian yang yang terindah dari masa pacaran. Pada batas-batas tertentu mungkin masih dapat diterima, namun jika lebih dan menjurus ke hubungan seksual tidak dapat dapat diterima oleh norma yang kita anut di Negara kita

http://willybadawihardjono.blogspot.com/2011/04/cinta-kasih.html

http://pramareola14.wordpress.com/2009/11/13/tips-tips-pacaran-sehat-remaja/

http://devit1104.blogspot.com/2008/11/pacaran-yang-sehat.html

Hubungan IBD dengan kesusastraan, seni dan budaya

Hubungan IBD dengan kesusastraan, seni , dan budaya

A. Pengertian Kesusastraan
Ada bermacam-macam definisi tentang kesusastraan. Namun demikian, diskusi tentang hakikat sastra sampai sekarang masih hangat.

B. Pengertian Sastra Menurut Para Ahli
1. Sumarno dan Saini, sastra adalah ungkapan pribadi manusia berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, gagasan, semangat, keyakinan, dalam suatu bentuk gambaran kongkret yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa.
2. Mursal Esten, menyatakan sastra atau kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan punya efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
3. Menurut Engleton, sastra yang disebutnya “karya tulisan yang halus” (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.
4. Ahmad Badrun, berpendapat bahwa Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol- simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
5. Menurut Semi, sastra adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya
6. Panuti Sudjiman, mendefinisikan sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapannya.
7. Menurut Sumardjo dan Sumaini, definisi sastra yaitu :1. Sastra adalah seni bahasa.2. Sastra adalah ungkapan pontan dari perasaan yangmendalam.3. Sastra adalah ekspresi pikiran dalam bahasa.4. Sastra adalah inspirasi kehidupan yang dimateraikan dalam sebuah bentuk keindahan.5. Sastra adalah semua buku yang memuat perasaan kemanusiaan yang benar dan kebenaran moral dengan sentuhan kesucian, keluasan pandangan dan bentuk yang mempesona.
8. Suyitno, Sastra adalah sesuatu yang imajinatif, fiktif dan inventif juga harus melayani misi-misi yang dapat dipertanggungjawabkan.
9. Tarigan, sastra adalah merupakan obyek bagi pengarang dalam mengungkapkan gejolak emosinya, misalnya perasaan sedih, kecewa, senang dan lain sebagainya.
10. Damono, mengungkapkan bahwa sastra menampilkan gambaran kehidupan, dan kehidupan itu sendiri adalah suatu kenyataan sosial. Dalam pengertian ini, kehidupan mencakup hubungan antar masyarakat, antar masyarakat dengan orang- seorang, antarmanusia, dan antarperistiwa yang terjadi dalam batin seseorang

B. Pengertian seni
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).

C. Pengertian Budaya
Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai "kultur" dalam bahasa Indonesia.
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.
Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi budaya: Budaya adalah suatu perangkat rumit nilai-nilai yang dipolarisasikan oleh suatu citra yang mengandung pandangan atas keistimewaannya sendiri."Citra yang memaksa" itu mengambil bentuk-bentuk berbeda dalam berbagai budaya seperti "individualisme kasar" di Amerika, "keselarasan individu dengan alam" d Jepang dan "kepatuhan kolektif" di Cina. Citra budaya yang brsifat memaksa tersebut membekali anggota-anggotanya dengan pedoman mengenai perilaku yang layak dan menetapkan dunia makna dan nilai logis yang dapat dipinjam anggota-anggotanya yang paling bersahaja untuk memperoleh rasa bermartabat dan pertalian dengan hidup mereka.
Dengan demikian, budayalah yang menyediakan suatu kerangka yang koheren untuk mengorganisasikan aktivitas seseorang dan memungkinkannya meramalkan perilaku orang lain.

HUBUNGAN ANTARA SASTRA , SENI DENGAN ILMU BUDAYA DASAR
Masalah sastra dan seni sangat erat sekali hubungannya dengan ilmu budaya dasar, karena materi – materi yang diulas oleh ilmu budaya dasar termasuk materi yang berkaitan dengan sastra dan seni itu sendiri. Budaya Indonesia sangat menunjukkan adanya sastra dan seni didalamnya.
Latar belakang IBD dalam konteks budaya, negara dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan masalah sebagai berikut :
1. kenyataan bahwa bangsa indonesia berdiri atas suku bangsa dengan segala keanekaragaman budaya yg tercemin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yg biasanya tidak lepas dari ikatan2 primordial, kesukaan, dan kedaerahan .
2. Proses pembangunan yg sedang berlangsung dan terus menerus menimbulkan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya .
3. kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan mausia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yg telah diciptakannya.
Selain itu sastra merupakan bahasa yang mempunyai kemampuan yang menampung kegiatan manusia dan Sastra juga lebih mudah berkomunikasi karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat mengunakan bahasa adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagiaan, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstra. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.

http://yanezzcihuy.wordpress.com/2011/04/16/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/
http://gustianharfiansyah.blogspot.com/2011/03/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam.html
http://daunhijau.ngeblogs.info/2011/03/22/konsepsi-ilmu-budaya-dasar-dalam-kesusastraan/